Trik Hemat Membangun Rumah

Dalam hidup salah satu kebutuhan manusia adalah papan yang berarti tempat tinggal. Memiliki tempat tinggal yang layak adalah hal penting untuk kenyamanan keluarga. Tak perlu lagi menyewa rumah dan harus berpindah-pindah tempat tatkala rumah akan ditempati oleh pemiliknya. Membangun rumah menjadi daya tarik orang-orang ketimbang membeli karena beberapa alasan, antara lain dapat merancang sendiri desain interior dan eksterior bangunan, memilih sendiri teknik pendirian yang dijalankan salah satunya jenis pondasi bangunan dan material yang digunakan, serta masih banyak lagi. Namun, membangun rumah sering kali terhambat karena masalah dana yang kurang.Trik Hemat Membangun RumahApakah Anda juga punya rencana membangun rumah dan mengalami hal yang serupa? Jika iya, tips membangun rumah dengan cara hemat di bawah ini dapat Anda aplikasikan untuk menyiasati persoalan tersebut.

Siapkan kebutuhan material dari jauh hari

Setelah memikirkan bagaimana bentuk bangunan yang diharapkan, maka muncullah berbagai material yang harus digunakan. Sejatinya, bentuk bangunan yang dibuat bakal mempengaruhi jenis dan berapa banyak material yang cocok untuk dipakai. Guna mengantisipasi mahalnnya material, usahakan agar mempersiapkan hal ini dari jauh hari. Misalnya bata, pembelian material bangunan tersebut dapat dilakukan semenjak 2, 3 minggu atau bahkan 1 bulan sebelum pembangunan dimulai. Begitu pula dengan material lain seperti genteng, besi beton, semen, pasir, kayu, dan lain-lain. Hal ini bermanfaat untuk menyiasati harga material yang melambung tinggi, terlebih bila banyak bangunan yang didirikan. Selain itu pula, untuk menghemat pengeluaran carilah perusahaan yang menawar dengan harga distributor dan sedang memberikan promo. Cara ini cukup efektif dalam mengurangi banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli material.

Cari tenaga kerja yang mendukung

Dalam sebuah pekerjaan salah satunya konstruksi bangunan, semakin berpengalaman seseorang maka biaya jasanya akan semakin mahal. Untuk membangun rumah biaya jasa pun terkadang hampir merogoh receh. Menggunakan jasa seorang ahli bangunan seperti kontraktor memang patut dipertimbangkan. Namun, mengingat biaya mesti super hemat dapat mencari tenaga kerja borongan, terutama untuk membangun rumah sederhana. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu dipastikan untuk meminimalisir berbagai kekecewaan, seperti mengenal lebih dekat pekerja serta pengalamannya, mengetahui berapa banyak bangunan yang telah didirikan, dan lain sebagainya. Meski hanya borongan namun bila kinerjanya bagus dan dapat dipercaya hal ini dapat membantu pengerjaan bangunan sesuai harapan.

Pilih waktu yang tepat

Pengerjaan bangunan juga dapat menguras dana lebih besar apabila waktu pengerjaannya kurang pas, misalnya di musim penghujan. Bangunan yang didirikan akan mudah hancur semisal baru dibangun tapi sudah terkena curahan hujan. Untuk itu, tidak hanya dana yang mesti tersedia cukup dan pekerja yang siap, tapi juga waktu perlu dipertimbangkan dalam perencanaan bangunan.

Desain bangunan seminimalis mungkin

Desain bangunan jelas berkaitan erat dengan dana. Kian besar bangunan maka tentu biayanya pun menjadi tinggi. Apalagi desain bangunan unik dan modern, hal ini bakal mempengaruhi pembiayaan. Untuk hemat biaya dapat pula disiasati dengan desain bangunan seminimalis mungkin. Misal, untuk meja makan keluarga dapat dibuat dalam satu ruangan dengan dapur. Begitu pula untuk kamar tidur dibangun dengan ukuran standar atau tidak harus memuat kamar mandi di dalamnya. Mendesain bangunan dengan teknik ini cukup efektif dalam memperhemat dana dan mempercepat penyelesaian proses konstruksi bangunan.

Bukan hal mustahil membangun rumah dengan biaya yang minim. Semua masalah dapat disiasati dengan baik asalkan akar permasalahannya dapat ditemukan. Semoga bahasan ini dapat membantu Anda dan keluarga dalam mewujudkan impian memperoleh rumah idaman.

Cara Membuat Rumah Lama Terlihat Baru

rumah lama terlihat baruTidak sedikit juga orang merasa bosan tinggal di rumah yang telah ditempati lama. Salah satu faktor yang membuat perasaan bosan tinggal di rumah dikarenakan nuansa rumah yang sudah tidak nyaman. Misalnya, warna cat rumah yang sudah kotor. Dengan adanya perubahan warna pada cat dinding inilah membuat rumah tanpa tidak terurus.  Terkadang terbesit dipikiran orang untuk menjual rumah lama dan membeli rumah baru agar mendapatkan rumah baru. Ini dikarenakan rumah baru akan nampak lebih indah dari pada rumah lama. Namun kenyataanya, untuk mendapatkan rumah baru tidak harus membuat Anda membeli rumah baru. Anda bisa melakukan renovasi pada rumah lama agar terlihat baru. Renovasi tidak harus besar-besaran dikarenakan akan memakan waktu dan membutuhkan biaya besar. Untuk membuat rumah lama terlihat baru, Anda bisa melakukan renovasi kecil-kecilan. Adapun caranya yaitu:

Cat ulang dinding

Yang membuat rumah terlihat kusam salah satunya faktornya dikarenakan warna cat dinding yang telah kotor dan kusam. Oleh karena itu, cara pertama yang dapat Anda lakukan untuk membuat rumah lama terlihat baru yaitu dengan mengecat ulang dinding rumah. Mengecat ulang merupakan pilihan yang tepat untuk menganti nuansa rumah lama menjadi baru. Melakukan cara ini cukup mudah dan juga tidak membutuhkan biaya yang mahal. Dengan Anda mengecat ulang rumah baik itu pada bagian dalam atau juga luar, maka dapat mempengaruhi rumah menjadi baru. Ada baiknya ganti warna cat dinding lama dengan warna baru agar nuansa rumah terlihat lebih baru. Pemilihan cat dinding ini sebaiknya disesuaikan dengan selera Anda agar lebih serasi. Dengan Anda mengecat ulang dinding, maka ada nuansa yang berbeda dengan rumah lama akan menjadi terlihat baru.

Tata ulang perabotan rumah

Cara selanjutnya untuk membuat rumah lama terlihat baru yaitu dengan menata ulang perabotan. Cobalah untuk menganti atau menata ulang perabotan rumah, baik itu susunan meja, lemari, atau cara melatkan vas bunga. Dengan Anda melatakan semua perabotan di tempat yang tidak seperti biasanya, ini dapat membuat rumah terlihat baru. Anda bisa coba untuk meletakan sofa yang tadinya berbentuk bulat menjadi U, atau L. Dengan begitu, maka nuansa rumah akan berbeda dari yang kemarin-kemarin. Vas bunga juga bisa Anda letakan di samping sofa tidak harus di atas meja terus. Jika sebelumnya ruang tamu Anda tidak ada lemari hias, Anda bisa memberikan lemari hias di ruang tamu sehingga ruangan satu ini akan terlihat berbeda. Susunalah dan atur serapi mungkin agar di dalam rumah Anda terlihat baru.

Rapikan taman

Tidak hanya dari dalam rumah yang harus dilakukan renovasi untuk membuat rumah lama menjadi baru. Dari luar rumah juga harus dipertimbangkan agar memberikan kesan bahwa rumah baru. Anda harus merapikan taman seperti membentuk bunga yang ada di halaman rumah/ taman menjadi lebih menarik, membuang daun-daun kering, dan membersihkan rumput liar. Selain itu, Anda harus rajin menyiram bunga agar bunga tanpa segar. Jika Anda masih memiliki lokasi dan memiliki biaya tidak ada salahnya untuk menampilkan hal baru pada halaman rumah dengan membuat kolam ikan dan memasang lampu taman.

Mendapatkan rumah baru, tidak harus membuat Anda membeli rumah baru. Anda bisa menyulap rumah lama menjadi baru dengan melakukan renovasi seperti mengecat ulang, menata perabotan rumah tangga, dan merapikan taman/halaman.

 

Menyiasati Hunian Kecil dengan Berbagai Hal Berikut

Menyiasati Hunian KecilSetiap orang pasti ingin memboyong keluarga ke hunian yang besar. Sayangnya, untuk memiliki hunian yang besar butuh dana yang tidak sedikit. Bagi berpenghasilan minim atau berpenghasilan tidak tetap, keinginan ini tentu sulit diwujudkan. Telah memiliki hunian saja rasanya sudah bersyukur. Tidak perduli meski ukurannya kecil. Ukuran hunian memang jadi salah satu penentu kenyamanan keluarga. Kendatipun demikian, bukan berarti hunian kecil tidak memberikan kenyamanan bagi keluarga. Berikut ini berbagai hal untuk menyiasati hunian kecil agar terkesan luas:

Warna. Warna cat dinding bukan hanya sekedar untuk estetika interior rumah, melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk menyiasati ukuran hunian. Untuk hunian kecil, disarankan memilih cat dinding yang berwarna terang seperti halnya biru, hijau, merah muda, ungu, putih, dll. Warna cerah sejatinya dapat memberikan kesan luas pada ruangan. Agar lebih menarik, Anda bisa memadupadankan beberapa warna dalam satu ruang misalnya warna orange dengan hijau, hijau dengan putih, ungu dengan merah muda, dsb.

Pencahayaan. Pencahayaan yang minim tidak hanya membuat pengap hunian, tetapi juga dapat menambah kesan kecil pada hunian. Maka dari itu, jika memiliki hunian yang kecil pastikan pencahayaannya maksimal. Pencahayaan di siang hari tidak dianjurkann memanfaatkan lampu pijar karena bakal boros listrik sekaligus memicu pemanasan global. Lebih disarankan untuk membuat pencahayaan alami dengan memperbanyak bukaan (jendela atau ventilasi), memakai skylight, memanfaatkan cermin untuk memantulkan cahaya matahari ke dalam ruangan, menggunakan dinding kaca, dsb.

Furniture. Furniture menjadi salah satu bagian penting dalam sebuah hunian. Untuk hunian kecil, disarankan memilih furniture dengan ukuran yang minimalis. Kalau ukurannya terlampau besar, ruangan akan semakin terlihat penuh & terasa pengap. Sebagai contoh, pilih kursi bukan sofa untuk tempat duduk tamu, pilih lemari pakaian atau hias yang 2 pintu bukan 3 pintu, pilh single bed bukan double bed atau pilih double bed bukan king bed, atau bisa juga dengan membeli furniture multifungsi. Alternatif lainnya adalah dengan menempatkan kaca besar pada ruang tamu, kamar, ruang keluarga atau lainnya untuk menciptakan kesan besar pada ruangan.

Sekat. Sekat di dalam rumah berfungsi untuk membagi ruang satu dengan ruang lainnya sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas yang berbeda. Akan tetapi, sekat untuk hunian kecil tidak disarankan karena akan menambah sempit ruangan. Lantas, bagaimana solusinya? Biarkan ruang tamu bergabung dengan ruang keluarga serta ruang makan dengan dapur tanpa sekat atau manfaatkan sekat non permanen sehingga bisa melakukan aktivitas yang berbeda di dalam rumah tanpa membuat rumah semakin terkesan sempit. Sekarang sudah banyak sekat non permanen yang terbuat dari kayu, kaca, bambu, kain (gorden), aluminium, kertas, dll dengan motif yang berbeda-beda.

Mulai berpikir untuk memiliki hunian sejak dini, meskipun Anda masih single & terlebih Anda telah berkeluarga.  Walaupun hanya mampu memiliki hunian dengan ukuran yang kecil pada akhirnya karena terhambat dana, tidak masalah. Di kemudian hari jika telah memiliki dana, Anda bisa memperbesar hunian ke samping, depan, atau belakang jika lahannya masih cukup (kalau tidak cukup, bisa membangun lantai 2, 3, dst rumah). Sembari menunggu hari tersebut, Anda bisa menyiasati hunian kecil Anda agar terkesan luas dengan beberapa hal yang telah diuraikan di atas.

Semoga tips di atas bisa menginspirasi Anda khususnya pemilik hunian kecil 😀